header-int

Workshop Penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bidang Ilmu Komputer

Rabu, 26 Mei 2021, 15:45:45 WIB - 103 View
Share
Workshop Penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bidang Ilmu Komputer

Medan (25/5/2021), STMIK TIME bekerja sama dengan Asosiasi Pendidikan Informatika dan Komputer (APTIKOM) Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bidang Ilmu Komputer pada Perguruan Tinggi di Era Industri 4.0 dengan Co-Host Universitas Methodist Indonesia. Kegiatan Workhop dilaksanakan secara luring yang bertempat di Ballroom Hotel Emerald Garden dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Kegiatan Workshop ini dibuka langsung oleh Ketua STMIK TIME Bapak Edi Wijaya, S.Kom., M.Kom., M.M, dalam sambutannya ia menyampaikan mengenai pentingnya penerapan Kampus Merdeka pada Perguruan Tinggi. Hal senada juga disampaikan Dr. Poltak Sihombing, M.Kom dalam sambutannya selaku Ketua APTIKOM Provinsi Sumatera Utara.

Pada sesi utama kegiatan workshop, materi disampaikan oleh Prof.Ir. Zainal Arifin Hasibuan, MLS., Ph.D. yang merupakan Ketua APTIKOM Pusat yang juga sekaligus sebagai Ketua Majelis Akreditasi LAM Infokom. Dalam paparannya Prof. Ucok memaparkan mengenai proses penyusunan kurikulum merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) di bidang Ilmu Komputer pada Perguruan Tinggi di Era Industri 4.0. Kegiatan Workshop berlangsung sangat interaktif terutama pada sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta workshop. Beberapa pertanyaan disampaikan kepada narasumber seperti dari Naikson F. Saragih, S.T., M.Kom.,  yang merupakan Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Methodist Indonesia terkait Center of Excellence di Kampus sebagai tempat pelaksanaan MBKM yang kredibel demikian juga dengan Mitra diluar kampus. 

"Center of Excellence sebagai tempat kolaborasi berbagai latar belakang Ilmu misalnya Ilmu Komputer, Accounting, Marketing dan yang lainnya dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Tempat ini dapat mencirikan keunggulan sebuah kampus. Untuk Mitra, kampus yang menentukan tempat Mitra yang representatif. Point penting disini, Kampus harus melihat kebutuhan Mitra" jawab Prof Ucok. "Untuk itu, dosen sebagai ujung tombak harus disiapkan dengan baik, untuk itulah kenapa mas menteri kita mencanangkan program ini yakni menselaraskan apa yang disampaikan di kuliah dengan apa yang menjadi tantangan di lapangan" tambahnya.

Workshop ini di hadiri oleh 76 peserta yang merupakan perwakilan dari 25 Perguruan Tinggi Swasta dan Negeri yang ada di Sumatera Utara. Adapun keikutpesertaan kampus diantaranya STMIK TIME, Univ. Methodist Indonesia, UPU, Univ. IBBI, Univ. Pembangunan Panca Budi, USM, Unpri, Univ. Dharmawangsa, Univ. Graha Nusantara Pasid, Unika, UISU, UMA, UINSU, STIKOM Medan, STIKOM dan AMIK Tunas Bangsa, STMIK Kaputama, STMIK Logika, STMIK Mikroskil, STIE Pembangunan Nasional, AMIK Medicom, Politeknik Wilmar, Politeknik LP3I, Politeknik Ganesha dan Politeknik Penerbangan Medan. Banyak ilmu dan pengetahuan yang didapat oleh setiap perwakilan dari 25 Perguruan tinggi berdasarkan materi yang di sampaikan oleh Prof. Ucok dalam mendukung program kampus merdeka. 

Diakhir workshop adanya Deklarasi dan Kesepakatan Perguruan Tinggi dibawah koordinasi APTIKOM Provinsi Sumatra Utara untuk melaksanakan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) (JML/FER)

APTIKOM Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Ilmu Komputer (APTIKOM) Provinsi Sumatera Utara
© 2021 APTIKOM Follow APTIKOM : Facebook Twitter Linked Youtube